Tampilkan postingan dengan label My diari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My diari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 April 2010

akhirnya masuk juga di SLTPLB-A Yapti

Oleh: Ade Saputra

Al-hamdulillah, saya sangat merasa sangat bersyukur, karena Allah masih memberikan kesempatan untuk melanjutkan study saya di SLTPLB-A Yapti. Meskipun sebelumnya saya tidak pernah diberitahu tentang kelulusan saya oleh pihak SLB, tetapi ada keyakinan kuat yang tertanam di dalam hati sanubari saya bahwa saya akan lulus SD. Sejak pertama kali saya masuk di SLTPLB-A Yapti (semester 1), saya berfikiran bahwa pelajaran-pelajaran yang diajarkan di jenjang lanjutan sama saja dengan pelajaran yang diajarkan di tingkat dasar. Tetapi ketika pelajaran matematika yang pematerinya yaitu Ibu Marhani, masuk di kelas saya mengajarkan tentang bilangan caca, di situlah saya bisa mengatakan bahwa pelajaran yang saya dapatkan di SMP sama saja dengan yang saya dapatkan di SD. Cuman di SMP tinggal pengembangannya. Begitupun dengan pelajaran IPA, tidak jauh berbeda dengan yang diajarkan di SD. Tetapi di SMP, dibagi menjadi dua mata pelajaran yaitu biologi dan fisika.begitu juga dengan pelajaran IPS, di SMP, terbagi tiga yaitu IPS Ekonomi, IPS sejarah, dan IPS giografi.
Itulah beberapa perbedaan yang saya dapatkan selama di SMP. Nah, sekarang saya sudah hampir mengakhiri hidup saya di kelas satu dan akan menuju ke kelas dua. Saya memohon do'a dari siapa saja yang sempat membaca tulisan ini, semoga saya bisa mengakhiri hidup saya di kelas satu dengan nilai yang memuaskan, dan bisa naik kelas dua dan kalau bisa naik kelas tiga dan bisa ikut ujian tahun 2012 apabila Allah SWT masih sempat memberikan hidayat kepada saya, kepada kita semua. Semoga Allah memberkahi hidup kita dan kita tetap berada di Jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Selasa, 13 April 2010

DARI DUNIA YANG GELAP MENUJU KE DUNIA YANG TERANG

OLEH: ADE SAPUTRA

Pada tanggal 19-05-1993, saya dilahirkan oleh Allah ke dunia ini dalam keadaan seorang tunanetra yang dalam istilah kasarnya disebut "buta". Selama saya masih kecil, ibu dan ayah saya selalu berusaha bagaimana saya bisa seperti layaknya orang normal. Hingga pada suaktu waktu, saya dibawah ke sebuah rumah sakit di Toraja yang juga merupakan tempat saya dilahirkan untuk dilakukan pemeriksaan. Tapi untung tidak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Dari hasil pemeriksaan, tim dokter menyatakan bahwa penglihatan saya tidak dapat dipulihkan lagi. Dokter itu melanjutkan, bahwa penglihatan saya dapat dipulihkan lagi melalui jalan operasi. Tetapi ibu dan ayah saya tidak bisa melakukan hal itu mengingat kesulitan ekonomi. Selama masih kecil, ibu dan aya saya mendidik saya sehingga saya tumbuh menjadi dewasa. Suaktu waktu tepatnya pada tahun 2004, orang tua saya menyarankan saya untuk bersekolah di sebuah SLB di Makassar. Mendengar saran itu, hati saya menjadi terguga karena hal itulah yang saya idam-idamkan. Selama saya bersekolah di Yapti, saya mendapatkan banyak hal. Mulai membaca menulis dengan menggunakan huruf braille, hingga tehnik melakukan orientasi mobilitas (OM). Selain itu, saya juga memperoleh motifasi yang membantu saya menata kehidupan lebih baik baik dari senior-senior seperti kanda Hamzah M.Y, Makmur Kam, dan kanda saharuddin daming maupun pelatihan pengkaderan yang saya ikuti seperti pelatihan pengembangan wawasan dan pembinaan mental yang diselenggarakan oleh DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni sulsel), dan pelatihan dasar kepemimpinan (PDK) yang diadakan pada tahun 2006). Selain itu saya juga pernah mengikuti kompotisi seperti pada tahun 2008 saya dipercayakan mewakili sulsel dalam festifal seni siswa (FLS2n) yang diselenggarakan di Bandung). Selain itu juga saya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi anggota biro Infentaris al-qur'an dalam kepengurusan Mushallah tarbiatul ittihadul ummah (MTIU).
Begitu banyaknya hal-hal yang saya dapatkan selama saya bersekolah di Yapti. Dan akhirnya terima kasih saya ucapkan kepada Allah SWT, karena dengan Asbabmulah saya bisa keluar dari alam yang gelap menuju ke alam yang terang benderang. Terima kasih kepada Ibu dan ayah saya, karena engkau berhasil membimbingku sehingga saya bisa bersekolah. Dan untuk Aya saya, meskipun engkau telah pergi meninggalkan kami pada tahun 2010 ini, saya sebagai anakmu akan terus berjuang sampai tetes darah penghabisan. Dan terima kasih saya ucapkan kepada seluruh dewan guru SLB-A Yapti, karena jasamu tiada tara sehingga saya bisa menimbang dan mengamalkan ilmu yang engkau berikan. Dan terakhir terima kasih kepada Kanda Hamzah dan Kanda Makmur Kam yang telah memberikan motifasi kepada saya baik dalam pelatihan pengkaderan yang saya ikuti, maupun dakwa singkat yang selalu kanda sampaikan di Mushallah setiap Ba'dah Magrib. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langka kita dan kita senantiasa berada di jalan yang lurus. Semoga Allah senantiasa menyertai setiap langka-langka kita semua. Amin Ya rabbal 'alamin.